Kembali ke Berita Informasi Berita

PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DIJAGA DENGAN TATA KELOLA KLINIK YANG BAIK

31 Oct 2018 14:39 1.335 dibaca
PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DIJAGA DENGAN TATA KELOLA KLINIK YANG BAIK

KENDAL - Angka kematian ibu dan anak ( bayi dan balita ) di Kabupaten Kendal hingga kini masih cukup tinggi yakni 25 kasus (2017) sampai September 2018 menjadi 13 kasus dan kasus k...

KENDAL - Angka kematian ibu dan anak ( bayi dan balita ) di Kabupaten Kendal hingga kini masih cukup tinggi yakni 25 kasus (2017) sampai September 2018 menjadi 13 kasus dan kasus kematian bayi 142 dan balita 99 (2017) menjadi 25 kasus kematian bayi dan 12 kasus kematian balita sampai September 2018.

Dengan peningkatan mutu pelayanan KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak ) di Puskesmas atau Rumah Sakit melalui upaya penerapan tata kelola klinik yang baik penurunan angka kematian ibu dan angka kematian perinatal / neo natal dapat tercapai.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh. Toha, ST, M.Si saat membuka kegiatan Desiminasi Hasil Kajian AMP ( Audit Maternal Perinatal ), Rabu (31/10/2018) di Tirto Arum Baru Kendal. "Saya kira dengan pelayanan yang bersih dan aman sesuai SOP, kematian ibu bayi dan balita bisa dicegah. Pelayanan dari tingkat dasar hingga rujukan diharapkan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan sarana dan prasarana," urai Sekda Toha.

Sementara, Ketua Panitia kegiatan sekaligus mewakili Plt Kepala Dinas Kesehatan Drs Sumaryono, Kasie Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kendal Endang Jumini, S.Gz mengatakan, penyampaian hasil Audit Maternal Perinatal tingkat Kabupaten Kendal merupakan serangkaian kegiatan hasil penelusuran sebab kematian dan kesakitan ibu, perinatal dan neo natal guna diketahuinya cara mencegah kesakitan atau kematian serupa di masa yang akan datang. Dan penyampaian hasil rekomendasi serta rencana  tindak lanjut yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

Katanya,"Sebagian besar kematian dapat dicegah melalui pelayanan antenatal yang mampu mendeteksi dan menagani kasus resiko tinggi secara memandai dengan pertolongan persalinan yang bersih dan aman serta pelayanan  rujukan kebidanan / perinatal yang terjangkau pada sat diperlukan. hal tersebut bisa dilakukan dengan mengembangkan konsep Audit Maternal Perinatal.

Selanjutnya hasil audit tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan hal - hal yang mempengaruhi kematian ibu dan bayi yakni faktor medis, non medis serta faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh. Melalui kegiatan ini diharapkan lintas sektor, lintas program juga pengelola program kesehatan ibu da anak dan pemberi pelayanan kesehatan di tingkat pelayanan dasar dan pelayanan rujukan primer serta masyarakat dapat menetapkan prioritas untuk mengatasi faktor - faktor yang mempengaruhi kematian ibu maternal dan perinatal.

Sementara itu, salah satu narasumber dr. Joko Mardiyanto dari Dinas Kesehatan Pemprov Jateng penurunan jumlah kematian ibu bayi dan balita di Jawa Tengah pada umumnya kurang maksimal  lantaran kurangnya sarana dan prasarana. Serta keinginan banyak RS untuk turun kelas dan lebih mementingkan pemasukan, sehingga kurang ada niat meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai.

Kegiatan yng berlangsung selama dua hari di Tirto Arum Baru tersebut menampilkan 6 orang narsumber yaitu 2 orang Dinas Kesehatan Jateng, 2 orang anggota Tim AMP Kabupaten Kendal dan 2 orang Dinas Kesehatan Kabupaten kendal.

Kegiatan diikuti 33 orang yang berasal dari para kepala puskesmas, pengelola program KIA, perwakilan Rumah Sakit, organisasi wanita dan Tim AMP Kabupaten Kendal. ( Kominfo / heDJ )

 

 

Berita Terkait

Lanjutkan Akses

Cari informasi terkait

Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.

BACA SEKARANG Majalah Kendal
Aksesibilitas & Tampilan
Kurangi efek gerak transisi
Perbesar pointer mouse
Ubah warna menjadi hitam-putih
Arahkan kursor ke teks untuk mendengar
Fitur WCAG 2.1 / 2.2 AA

Dirancang ramah disabilitas sesuai standar aksesibilitas web internasional.

ESC
Mencari di portal Kendal untuk “”...