Sosial Budaya
Informasi kontak belum tersedia.
1. Demografi. Jumlah penduduk di Kabupaten Kendal pada pertengah tahun 2013 ini mencapai 955.949 jiwa. Terdiri dari : laki-la...
Deskripsi
1. Demografi.
Jumlah penduduk di Kabupaten Kendal pada pertengah tahun 2013 ini mencapai 955.949 jiwa. Terdiri dari : laki-laki mencapai 483.732 jiwa dan perempuan mencapai 472.217 jiwa. Bila dibandingkan dengan tahun 2012 (948.498 jiwa) penduduk Kabupaten Kendal mengalami kenaikan mencapai 7.451 jiwa. Akan tetapi bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya penduduk Kabupaten Kendal mengalami penurunan. Data lebih detail bisa dilihat pada tabel berikut :
Banyaknya Penduduk Kabupaten KendalDirinci Menurut Jenis Kelamin dan Usia Tahun 2008-2013
|
PENDUDUK |
|
|
TAHUN |
|
|
|
|
2008 |
2009 |
2010 |
2011 |
2012 |
2013 |
|
|
Berdasarkan Jenis Kelamin |
||||||
|
520.589 |
527.224 |
535.279 |
537.303 |
479.890 |
483.732 |
|
524.514 |
531.269 |
539.661 |
541.207 |
468.608 |
472.217 |
|
Berdasarkan Usia |
||||||
|
225.029 |
228.999 |
228.845 |
220.787 |
235.109 |
232.870 |
|
754.294 |
770.446 |
769.809 |
721.218 |
797.567 |
667.895 |
|
65.780 |
69.200 |
70.076 |
76.786 |
77.040 |
66.085 |
|
JUMLAH |
1.045.103 |
1.058.493 |
1.074.940 |
1.078.510 |
948.498 |
955.949 |
|
Kepadatan/Km2 |
1.043 |
1.056 |
1.073 |
1.076 |
|
|
Dengan terus meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun, kepadatan jumlah penduduk pun semakin besar. Pada pertengahan tahun 2012 tercatat kepadatan mencapai 1.103 jiwa/km2 , padahal pada tahun 2007 kepadatan baru mencapai 935 jiwa/km2.
Jumlah penduduk menurut kelompok umur pada usia produktif yaitu dari 15-64 tahun adalah 761.125 orang. Jumlah penduduk pada kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 231.015 jiwa. Sementara jumlah penduduk pada kelompok 65 tahun keatas berjumlah 112.821 jiwa. Kelompok umur usia produktif masih lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Data penduduk Kabupaten Kendal selengkapnya dapat dilihat pda tabel 3.5 diatas .
Keluarga Berencana (KB)
Tujuan umum program KB adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan dampak penurunan angka kematian ibu dan anak; penanggulangan masalah kesehatan reproduksi; peningkatan kesejahteraan keluarga; peningkatan derajat kesehatan; serta peningkatan mutu dan layanan KB.
Berdasarkan data dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) pada pertengahan tahun 2012, pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Kendal membina penduduk pasangan usia subur sebanyak 184.543 orang, sementara yang menjadi peserta KB sebanyak 146.668 orang atau sebesar 79,5% dari pasangan usia subur yang ada. Tingkat pasangan subur yang menjadi peserta KB dalam enam tahun terakhir paling rendah tahun 2007 yaitu 75,8% dan tertinggi dipertengahan tahun 2012 yaitu 79,5% (pencapaian peserta KB sampai dengan Mei 2012).
Berikut dapat dilihat secara rinci jumlah penduduk yang mengikuti program KB dari tahun 2007 hingga pertengahan 2012 ini:
Jumlah Penduduk Yang Mengikuti Program KB Kabupaten Kendal Tahun 2007-2012
|
TAHUN |
Jumlah Pasangan Usia Subur |
Jumlah Peserta KB |
Tingkat Prevalens ( % ) |
|
2007 |
175.629 |
133.125 |
75,80 |
|
2008 |
178.299 |
137.478 |
77,11 |
|
2009 |
179.728 |
141.374 |
78,66 |
|
2010 |
182.141 |
139.506 |
76,59 |
|
2011 |
183.828 |
143.591 |
78,11 |
|
2012 |
184.543 |
146.668 |
79,48 |
Metode yang digunakan oleh peserta KB sangat beragam sesuai dengan minat pemakainya. Penggunaan alat-alat kontrasepsi juga harus disesuaikan dengan kondisi si pemakai, mana yang paling sesuai dan tepat guna. Artinya apa yang dipilih dan akan digunakan harus melalui diagnose yang tepat yang dilaksanakan oleh para penyuluh maupun dokter yang menanganinya, kemudian hasilnya dikonsultasikan pada para calon peserta KB tersebut disertai alternatif alat-alat kontrasepsi yang dapat dijadikan pilihan. Penggunaan kontrasepsi jangka panjang (seperti IUD, MOP, MOW dan Susuk KB) lebih baik dibanding dengan kontrasepsi jangka pendek seperti Suntikan, Pil maupun Kondom.
Dari table 3.7 dapat diketahui bahwa sebagian besar kontrasepsi yang digunakan adalah Suntikan yang mencapai 59,42% atau sebanyak 87.144 orang, dan menggunakan Pil sebanyak 32.418 orang atau 22,10% dari seluruh peserta KB yang ada. Berdasarkan data hingga pertengahan tahun 2012, banyaknya peserta KB sesuai alat kontrasepsi yang digunakan dapat dilihat pada table berikut:
Banyaknya Peserta KB Kabupten Kendal Menurut Metode Kontrasepsi Tahun 2012
|
JENIS KONTRASEPSI |
JUMLAH |
% |
|
a.IUD (Kontrasepsi dalam Rahim) |
6.784 |
4,63 |
|
b.MOP (Sterilisasi) |
1.041 |
0,71 |
|
c. MOW (Operasi Wanita) |
5.502 |
3,75 |
|
d. Susuk KB |
12.992 |
8,86 |
|
e. SUNTIKAN |
87.144 |
59,42 |
|
f. PIL |
32.418 |
22,10 |
|
g. KONDOM |
787 |
0,54 |
|
JUMLAH |
146.668 |
100 |
2. Ketenagakerjaan.
Pekerjaan merupakan pokok penghidupan masyarakat. Setiap orang yang telah menyelesaikan pendidikannya berusaha untuk mencari nafkah dengan mencari pekerjaan pada orang lain. Minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia, membuat jumlah pencari kerja tinggi. Ditambah lagi dengan tingginya jumlah penduduk usia produktif, membuat persaingan semakin ketat yang akhirnya meningkatkan angka pengangguran.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal mencatat bahwa jumlah pencari kerja di Kabupaten Kendal sampai akhir tahun 2012 tercatat sebanyak 3.870 orang, turun dari tahun 2010 yaitu sebanyak 5.655 orang. Dalam lima tahun terakhir, jumlah pencari kerja tertinggi pada tahun 2008 yaitu 10.747 orang. Pada pertengahan tahun 2012 ini, jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 2.132 orang.
Minimnya lapangan kerja didalam negeri membuat sebagian masyarakat memilih untuk bekerja diluar negeri. Dalam 5 tahun terakhir jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri paling tinggi ditahun 2009 yaitu sebanyak 7.384 orang. Namun tahun 2011 hanya tercatat 3.917 orang dan pada pertengahan tahun 2012 sebanyak 2.856 orang.
Program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin berusaha mencari penghidupan yang lebih layak di daerah lain. Pada tahun 2011 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal mengirimkan 10 KK calon transmigran keluar pulau jawa yaitu ke UPT Sungai Besar Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Selain itu juga ada usaha untuk meningkatkan ekonomi warga transmigran di 2 lokasi di UPT Sambung Kabupaten Sambas Kalimantan Barat.
Masalah Ketenagakerjaan tidak berhenti pada penciptaan lapangan pekerjaan namun juga menjaga agar tenaga kerja terlindungi hak-haknya. Pemutusan Tenaga Kerja (PHK) menjadi ancaman bagi para pekerja. Kasus PHK pada pertengahan tahun 2012 hanya terjadi 2 kali kasus PHK dengan jumlah orang yang terkena PHK 2 orang. Selain masalah PHK, para tenaga kerja juga masih menghadapi minimnya upah yang diterima. Menurut data Dipakertran, rata-rata kebutuhan layak hidup di Kabupaten Kendal pada tahun 2012 adalah Rp.940.306 namun rata-rata upah minimum Kabupaten hanya rp.904.500 atau masih dibawah kebutuhan layak hidup (data pertengahan tahun).
3. Kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Kendal selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya di bidang kesehatan. Hal tersebut di upayakan dengan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai termasuk obat-obatannya. Selain itu, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan juga terus dilakukan, agar pelayanan ke masyarakat menjadi lebih baik.
Fasilitas kesehatan yang ada di Kabupate Kendal yaitu satu unit Rumah Sakit Umum Daerah bertipe B, satu unit Rumah Sakit Umum Swasta bertipe C dan satu unit rumah sakit khusus. Sementara Puskesmas ada sebanyak 112 unit yang terdiri dari Puskesmas Induk 30 unit yang masing-masing dilengkapi dengan 30 unit mobil puskesmas keliling. Dari jumlah tersebut, Sembilan puskesmas merupakan rawat inap: Puskesmas Brangsong II, Rowosari, Boja, Sukorejo, Kaliwungu, Limbangan, dan Cepiring. Selain itu terdapat Puskesmas Pembantu sebanyak 52 unit.
Ditingkat pedesaan terdapat sarana Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) yang jumlahnya mencapai 169 unit. Disamping fasilitas-fasilitas kesehatan seperti tersebut diatas, masyarakat juga ambil peran didalam peningkatan pelayanan kesehatan. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan wadah keterlibatan masyarakat dalam kerangka peningkatan kualitas kesehatan. Jumlah Posyandu yang ada sebanyak 1.397 unit dan tersebar hampir disetiap dusun atau RW di Kabupaten Kendal.
Kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Kendal pada akhir tahun 2011 menunjukkan peningkatan di jumlah orang sakit jiwa yaitu 3.344 jiwa di 2011 dari 2.384 jiwa di tahun 2010. Jumlah balita kurang gizi mengalami penurunan dari 4.968 jiwa di 2010 menjadi 4.900 jiwa ditahun 2011. Jumlah anak balita mengalami peningkatan dari 45.963 jiwa ditahun 2010 menjadi 53.955 jiwa ditahun 2011. Sementara data pertengahan tahun 2012, jumlah orang sakit jiwa sebanyak 1.536 jiwa, jumlah balita kurang gizi mencapai 1.341 orang dan jumlah balita sebanyak 55.642 orang.
Jumlah tenaga kerja kesehatan (paramedis) di Kabupaten Kendal pada pertengahan tahun 2012 tercatat sebanyak 2.189 orang dengan rincian seperti pada table berikut:
Banyaknya Tenaga Kesehatan Kabupaten Kendal Tahun 2007-2012
|
TENAGA KESEHATAN |
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
2011 |
2012 |
|
92 |
89 |
101 |
101 |
161 |
161 |
|
b. Dokter Spesialis |
21 |
22 |
21 |
25 |
56 |
56 |
|
c. Dokter Gigi |
20 |
20 |
22 |
22 |
27 |
27 |
|
d. Perawat |
335 |
382 |
366 |
457 |
807 |
807 |
|
e. Bidan |
324 |
325 |
439 |
351 |
488 |
488 |
|
f. Kesehatan |
19 |
25 |
28 |
22 |
56 |
56 |
|
g. Apoteker |
6 |
5 |
5 |
6 |
50 |
50 |
|
h. Ahli Gizi |
35 |
33 |
35 |
37 |
51 |
51 |
|
i. Analisis Laboratorium |
42 |
45 |
29 |
32 |
77 |
77 |
|
j. Ahli Rontgen |
15 |
14 |
9 |
9 |
24 |
24 |
|
k. Tenaga Sanitasi |
31 |
38 |
87 |
34 |
35 |
35 |
|
500 |
286 |
286 |
286 |
309 |
357 |
|
JUMLAH |
1.440 |
1.284 |
1.428 |
1.382 |
2.141 |
2.189 |
Kesehatan bayi dan ibu melahirkan juga perhatian di bidang kesehatan. Pada tahun 2011 tercatat tingkat kematian bayi (IMR) sebanyak 191 orang dan tingkat kematian ibu (MMR) sebanyak 27 orang. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu IMR 123 orang dan MMR 24 orang. Sementara data pada tahun 2012, tercatat IMR 215 orang dan MMR 22 orang. Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal juga mencatat jumlah ibu hamil gizi buruk sebanyak 468 orang di tahun 2012. Diharapkan perbaikan kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak dapat menekan jumlah kematian bayi dan ibu melahirkan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan berbagai kegiatan di bidang kesehatan antara lain:
- Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan berupa pengadaan obat-obatan pelayanan kesehatan dasar dan obat penunjang untung mencukupi kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan di puskesmas dan jajarannya
- Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan yang kegiatannya berupa sosialisasi akreditasi puskesmas, bimbingan teknis ke RB/BP atau tempat yankes swasta, PPPK kesehatan, rakor pelayanan kesehatan di puskesmas, PAM lebaran, dan rapat evaluasi program pelayanan kesehatan di puskesmas.
- Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat, berupa pengadaan majalah 4 edisi, pengadaan leaflet 1.000 lembar, radio spot 100 kali siaran, dan penyuluhan kesehatan actual ponpes. Dengan kegiatan ini diharapkan agar mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya melalui media dengar, media cetak dan media elektronik.
- Peningkatan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. Kegiatannya berupa sosialisasi desa siaga aktif, pembinaan anggota SBH, identifikasi PHBS SKPD dan tempat pendidikan, pembinaan FKD dan desa siaga, dan evaluasi peningkatan PHBS.
- Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat, kegiatannya berupa stimulant sarana sanitasi, pemeriksaan sampel biologis, fisika dan kimia, survey pendataan sab dan TTU, uji petik kualitas air PDAM, dan pengawasan kualitas air dan IS DAM. Melalui kegiatan ini diharapkan terpenuhinya presentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan dengan persediaan air bersih.
- Griya sehat, yaitu pembangunan griya sehat tahap III dan tahap IV, pembangunan klinik PADAR (Pengobatan Akibat Dampak Asap Rokok) di Puskesmas Gemuh 02, Puskesmas Cepiring, dan Puskesmas Kangkung 01. Selain pembangunan fisik gedung, juga diadakan sarana prasarana griya sehat dan klinik PADAR.
- Melalui kegiatan yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) dilaksanakan kegiatan pembangunan PKD, penambahan ruang rawat inap, pembangunan puskesmas pembantu, pengadaan alat-alat kantor dan rumah tangga, pengadaan alat-alat studio dan komunikasi, dan pengadaan alat-alat kesehatan. Manfaat dari kegiatan ini adalah tersedianya gedung dan peralatan puskesmas dan pustu yang memenuhi syarat, serta meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar.
4. Pendidikan.
Pendidikan menjadi perhatian Pemerintah sebagai upaya untuk menjadi bangsa yang maju. Demikian juga Pemerintah Kabupaten Kendal senantiasa terus berupaya meningkatkan pendidikan di masyarakat. Pembangunan dibidang pendidikan dilaksanakan melalui perbaikan sarana/prasarana pendidikan, serta program peningkatan mutu pendidik seperti seleksi guru, kepala sekolah dan pegawai berprestasi, pelaksanaan diklat maupun bintek baik untuk guru, kepala sekolah maupun pengawas sekolah. Pada tahun 2012 kualifikasi guru S1 pada jenjang SD/MI/sederajat sebesar 43,03%, pada jenjang SMP/MTs/sederajat sebesar 88,68%. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan guru diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas mengajar yang pada akhirnya dapat menciptakan anak didik yang berkualitas. Peningkatan kualitas siswa juga dilaksanakan melalui pembinaan minat bakat dan krativitas siswa berupa pengikut sertaan dalam berbagai lomba seperti lomba mapel, lomba seni nasional, lomba kreativitas, serta lomba debat Bahasa Inggris. Diharapkan dengan adanya kompetisi semacam itu dapat menumbuhkembangkan minat bakat siswa baik dalam mata pelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakulikuler.
Pendidikan tidak hanya melalui pendidikan formal di sekolah-sekolah tetapi juga melalui program kelompok belajar (Kejar) seperti kejar paket A (setara SD), kejar paket B (setara SMP), dan kejar paket C (setara SMA). Kegiatan itu bertujuan untuk perluasan dan pemerataan kesempatan belajar memperoleh pendidikan dasar dan pendidikan yang lebih tinggi. Jumlah penduduk melek huruf pada tahun 2011 sebanyak 1.028.893 jiwa, terdiri dari 524.735 jiwa penduduk perempuan dan 504.158 jiwa penduduk laki-laki.
Rasio jumlah murid sudah cukup ideal dibanding dengan jumlah guru. Pada pertengahan tahun2012 ini, rasio murid/guru TK adalah 14, SD adalah 18, SLTP adalah 16, dan SMU adalah 14. Pada tabel berikut menampilkan data mengenai banyaknya sekolah dan siswa di Kabupaten Kendal;
Banyaknya Sekolah Dan Siswa Kabupaten Kendal Tahun 2012
|
SEKOLAH |
JUMLAH SEKOLAH |
JUMLAH SISWA |
||
|
NEGERI |
SWASTA |
NEGERI |
SWASTA |
|
|
Taman kanak-kanak ( TK ) |
3 |
468 |
202 |
20.411 |
|
Sekolah Dasar ( SD ) |
553 |
16 |
86.601 |
2.943 |
|
Sekolah Luar Biasa ( SLB ) |
1 |
1 |
165 |
115 |
|
Sekolah Menengah Pertama (SMP) |
50 |
45 |
24.850 |
9.832 |
|
Sekolah Menengah Atas ( SMA ) |
14 |
15 |
8.797 |
3.825 |
Banyaknya Anak Sekolah di Kabupaten Kendal
Anak usia sekolah di Kabupaten Kendal dikelompokkan menjadi tiga kelompok usia yaitu kelompok umur 7 s/d 12 tahun yang bersekolah di SD dan MI, 13 s/d 15 tahun yang bersekolah di SLTP dan MI serta 16 s/d 18 tahun yang bersekolah di SMA, MA dan SMK. Jumlah murid dikelompokkan umur 7 s/d 12 tahun semakin berkurang jika dilihat dari tahun 2008. Sedangkan untuk kelompok umur 16 s/d 18 tahun terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Banyaknya Anak Usia Sekolah Berdasarkan Kelompok Usia Sekolah Kabupaten Kendal Tahun 2007-2011
|
BANYAKNYA ANAK USIA SEKOLAH |
TAHUN |
||||
|
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
2011 |
|
|
Umur 7 s/d 12 tahun |
85,953 |
88,380 |
87,275 |
86,836 |
86,677 |
|
Umur 13 s/d 15 tahun |
41,553 |
35,841 |
36,806 |
34,980 |
35,036 |
|
Umur 16 s/d 18 tahun |
19,284 |
20,659 |
22,072 |
23,064 |
23,767 |
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kendal
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kendal pada tahun 2011 mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu dari 70,41 menjadi 70,84. Sayangnya walaupun IPM mengalami peningkatan tetapi peringkat IPM tidak mengalami perubahan (stagnan) yaitu urutan 32 se-Provinsi Jawa Tengah seperti pada tahun 2010.
Tiga komponen pembentuk IPM adalah angka harapan hidup, angka melek huruf, dan pengeluaran per kapita. Angka harapan hidup di Kabupaten Kendal tahun 2011 adalah 68,77 tahun. Artinya pada tahun 2011 seorang penduduk di Kabupaten Kendal akan mempunyai harapan untuk terus hidup sampai pada usia 68,77 tahun. Rata-rata lama sekolah yang telah diselesaikan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Kendal sebesar 6,93 tahun atau setara dengan hampir kelas 7 ( setara kelas 1 SLTP ). Sementara angka melek huruf di Kabupaten Kendal tahun 2011 adalah 89,31% meningkat dari tahun sebelumnya 89,15%. Secara umum daya beli penduduk Kabupaten Kendal tahun 2011 mengalami peningkatan yang tidak terlalu besar. Hal itu bias dilihat dari pengeluaran per kapita yang tercatat naik dari Rp.637.090,00 menjadi Rp.639.830,00. (Buku IPM Kabupaten Kendal Tahun 2012)
5. Kesejahteraan Sosial.
a. Kemiskinan
Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah rumah tangga miskin di Kabupaten Kendal adalah 75.735 RTS (Rumah Tangga Sasaran) dengan jumlah individu miskin sebanyak 296.475 orang. Data tersebut diperoleh melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang terakhir kali dilaksanakan tahun 2011 oleh Badan Pusat Staistik (BPS).
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kendal mencatat jumlah keluarga pra-sejahtera dan sejahtera I di Kabupaten Kendal tahun 2011, jumlah keluarga pra-sejahtera dan sejahtera I sebanyak 142.727 keluarga atau 51,55% dari keluarga yang ada yaitu 276.878 keluarga. Jumlah ini sedikit menurun jika dibanding tahun 2010 yaitu 146.528 keluarga atau 53,85% dari keluarga yang ada. Keluarga pra-sejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, sedangkan keluarga sejahtera I adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan social psikologisnya. Perkembangan jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I Nampak pada tabel berikut:
Banyaknya Keluarga Pra Sejahtera Dan Sejahtera I Kabupaten Kendal Tahun 2007-2011
|
TAHUN |
JUMLAH KELUARGA |
Keluarga Pra Sejahtera |
Keluarga Sejahtera I |
Jumlah Pra.S Sejahtera I |
|||
|
JUMLAH |
% |
JUMLAH |
% |
JUMLAH |
% |
||
|
2007 |
255.719 |
115.470 |
45,16 |
38.821 |
15,18 |
154.291 |
60,34 |
|
2008 |
261.284 |
115.629 |
44,25 |
38.457 |
14,71 |
154.086 |
58,97 |
|
2009 |
265.602 |
111.910 |
42,13 |
40.553 |
15,27 |
152.463 |
57,40 |
|
2010 |
272.106 |
106.796 |
39,25 |
39.732 |
14,60 |
146.528 |
53,85 |
|
2011 |
276.878 |
101.488 |
36,65 |
41.239 |
14,89 |
142.727 |
51,55 |
b. Penyandang Masalah Sosial
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten Kendal, jumlah penduduk rawan sosial di Kabupaten Kendal pada tahun 2012 secara umum menurun jumlahnya. Tercatat jumlah anak terlantar pada tahun 2012 turun menjadi 1.318 jiwa dari 3.139 jiwa pada tahun 2011; balita terlantar turun menjadi 557 jiwa dari 739 jiwa ditahun sebelumnya serta gepeng (gelandangan dan pengamen) juga turun menjadi 80 jiwa dari 105 jiwa ditahun 2011. Perkembangan data penduduk rawan sosial sebagai berikut:
Data Penduduk Rawan Sosial Kabupaten Kendal Tahun 2007-2012
|
JENIS |
TAHUN |
|||||
|
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
2011 |
2012 |
|
|
1). Anak Terlantar |
7.099 |
6.712 |
6.247 |
4.535 |
3.139 |
1.318 |
|
2). Gepeng |
60 |
48 |
39 |
47 |
105 |
80 |
|
3). Lanjut Usia Terlantar |
8.341 |
8.238 |
0 |
6.080 |
5.658 |
6.138 |
|
4). Balita Terlantar |
|
1.191 |
958 |
745 |
739 |
557 |
|
5). Penderita HIV/AIDS |
52 |
71 |
122 |
160 |
0 |
3 |
|
6). Penderita Narkoba |
1 |
11 |
14 |
17 |
16 |
12 |
c. Panti Sosial
Pemerintah menyediakan panti sosial sebagai tempat pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial agar mampu berperan aktif berkehidupan dalam masyarakat. Data dari Dinas Sosial Kabupaten Kendal menyebutkan bahwa ditahun 2011 terdapat 20 buah panti asuhan, 1 buah panti tresna wieda, 1 buah panti bina laras, 1 buah panti sosial karya wanita dan 1 buah panti bina karya. Jumlah seluruh penghuni panti asuhan tercatat sebanyak 564 orang.
Banyaknya Sarana Rehabilitasi Sosial Kabupaten Kendal Tahun 2007-2012
|
No |
Sarana Rehabilitasi Sosial |
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
2011 |
2012 |
|
1. |
Panti Asuhan |
20 |
20 |
20 |
20 |
20 |
20 |
|
2. |
Panti Sosial Tresna Wirda |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
3. |
Panti Sosial Bina Laras |
2 |
2 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
4. |
Panti Sosial Karya Wanita |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
5. |
Panti Sosial Bina Karya |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
6. Agama.
Mayoritas Penduduk Kabupaten Kendal beragama Islam yaitu sebesar 959.480 orang (98,94%). Sedangkan penduduk Yang beragama Kristen (Protestan) sebanyak 4.653 orang, yang beragama Katolik sebanyak 4.076 orang, Hindu sebanyak 421 orang, dan penduduk yang beragama Budha sebanyak 345 orang. Adapula 1 orang penduduk yang beragama Konghucu. Data selengkapnya sebagaimana pada tabel berikut:
Banyaknya Pemeluk Agama Kabupaten Kendal Tahun 2012
|
AGAMA |
Jumlah Pemeluk |
% |
|
a. Islam |
989.489 |
98,94 |
|
b. Kristen |
4.653 |
0,48 |
|
c. Katolik |
4.076 |
0,42 |
|
d. Hindu |
421 |
0,04 |
|
e. Budha |
345 |
0,04 |
|
f. Konghucu |
1 |
0 |
|
g. Lainnya |
796 |
0,08 |
|
JUMLAH |
969.772 |
100 |
Untuk kelancaran masyarakat dalam menunaikan ibadah sesuai agamanya masing-masing, maka fasilitas peribadatan dibangun di daerah-daerah agar masyarakat dapat memanfaatkannya guna peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kabupaten Kendal pada tahun 2011 meliputi;
Banyaknya Tempat Peribadatan Kabupaten Kendal Tahun 2012
|
URAIAN |
JUMLAH |
|
1) Mesjid |
838 |
|
2) Langgar/Mushola |
3.156 |
|
3) Gereja |
65 |
|
4) Gereja Katolik/Kapel |
37 |
|
5) Pura/Kuil/Sanggah |
6 |
|
6) Vihara/Cetya/Klenteng |
6 |
|
7) Klenteng |
2 |
Sebagai sarana pendidikan dan pengajaran agama islam di Kabupaten Kendal, selain adanya sekolah berbasis keagamaan, pada pertengahan tahun 2012 terdapat 222 pondok pesantren dengan jumlah santri sebanyak 25.375 orang dan jumlah kyai/ustadz orang. Di Kendal juga terdapat madrasah diniyah sebanyak 430 buah dengan 5.394 ustad dan 41.088 orang murid.
Lihat profil instansi lain
Kembali ke daftar profil atau cari informasi terkait instansi di portal.