Bupati Dyah Kartika Resmikan Ekspansi Manufaktur PT GCPI di KIK

06 Oct 2026 20:58 23 dibaca Berita
Bupati Dyah Kartika Resmikan Ekspansi Manufaktur PT GCPI di KIK

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Jawa Tengah. Hal tersebut bisa dilihat dari sektor Industri yan...

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Jawa Tengah. Hal tersebut bisa dilihat dari sektor Industri yang terus berkembang di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Pada hari ini, Selasa (6/10/2026) Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari bersama para pihak terkait telah meresmikan ekspansi fasilitas manufaktur PT. Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) di KIK. Hal ini membuktikan, bahwa investasi di Kabupaten Kendal semakin meningkat.

Dalam peresmian tersebut turut hadir dari perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Duta Besar India untuk Indonesia Mr. H.E. Shri Sandeep Chakravorty, serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Imam Soejoedi, serta jajaran pimpinan PT GCPI dan PT Kawasan Industri Kendal.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh atas langkah strategis PT GCPI yang telah memulai pembangunan ekspansi fasilitas produksi baru di KIK sejak Agustus 2025 lalu.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada PT GCPI yang telah berinvestasi di Kabupaten Kendal. Ekspansi ini merupakan langkah strategis yang diharapkan semakin menguatkan posisi PT GCPI serta menciptakan lapangan kerja dengan standar produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," ujar Bupati Kendal.

Ia juga menyoroti dampak positif dari geliat investasi industri terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada Triwulan III Tahun 2026 secara year-on-year mencatatkan angka 8,57 persen, yang menjadikan Kendal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Bupati Kendal, capaian positif tersebut salah satunya didorong oleh keaktifan Kawasan Industri Kendal (KIK). Sejak diresmikan pada November 2016 hingga September 2026, KIK berhasil menarik 143 investor/tenant dengan total nilai investasi mencapai Rp197 Triliun dan memproyeksikan penyerapan tenaga kerja sekitar 79.000 orang. Dari total tenant tersebut, sebanyak 72 perusahaan telah beroperasi secara penuh.

Bupati Kendal menegaskan, pemerintah daerah akan terus berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang aman, kondusif, dan responsif melalui pelayanan birokrasi yang cepat serta transparan demi kemajuan bersama.

Sementara itu, CEO Godrej Consumer Products Indonesia Rajesh Sethuraman mengatakan, Indonesia memiliki posisi penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Rajesh menjelaskan, Godrej telah hadir di Indonesia sejak 2010 hingga kini bisnis perusahaan terus berkembang dengan baik. Maka dari itu, fasilitas baru di Kendal dibangun untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan, dan memperkuat platform manufaktur Godrej di Indonesia.

“Tentunya perusahaan ingin terus melayani konsumen di Indonesia. Namun lebih dari itu, kami juga menggunakan ini sebagai peluang untuk mengekspor ke pasar lainnya,” kata Rajesh.

Rajesh juga menegaskan, perusahana tentunya akan berjalan inklusif bersama masyarakat sekitar, karena pertumbuhan bisnis harus menciptakan lebih banyak peluang bagi komunitas lokal.

Executive Director PT. Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum sangat mengapresiasi ekspansi GCPI di Kawasan Industri Kendal, karena akan mendorong kemajuan ekonomi di kawasan, sekaligus menambah daftar perusahaan yang sudah beroperasi.

"Salah satu kontribusi investasi terbaru datang dari Godrej yang menanamkan modal sebesar Rp506 miliar khusus di Kendal, dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 680 orang," kata Juliani.

Juliani menambahkan, sebelumnya ada 143 perusahan di KIK, dan dengan hadirnya ekspansi GCPI kini telah bertambah menjadi 144 perusahaan telah terdaftar di kawasan.

"Dari total tersebut, 72 perusahaan sudah beroperasi secara penuh, sementara 27 perusahaan lainnya masih dalam tahap konstruksi," terang Juliani.

Potensi nilai investasi kawasan ini diproyeksikan terus bertambah seiring penyelesaian pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masih berjalan.

Diskominfo Kendal/Heri

Berita Terkait

Cari informasi terkait

Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.

Aksesibilitas & Tampilan
Kurangi efek gerak transisi
Perbesar pointer mouse
Ubah warna menjadi hitam-putih
Arahkan kursor ke teks untuk mendengar
Fitur WCAG 2.1 / 2.2 AA

Dirancang ramah disabilitas sesuai standar aksesibilitas web internasional.

Tidak ditemukan hasil langsung untuk kategori .