KENDAL - Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, MSi bersama 4 Pejabat Forkopimda Kendal menerima Penghargaan Anugerah PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kendal pada acara Malam Penganuge...
KENDAL - Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si bersama 4 Pejabat Forkopimda Kendal menerima Penghargaan Anugerah PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kendal pada acara Malam Penganugerahan PWI, di GOR Bahurekso Kendal, Sabtu (17/3). Mereka yang menerima penganugerahan masing-masing adalah, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si, Ketua DPRD Kendal H. Prapto Utono, S.Sos, Komandan Kodim 0715 Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono, Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, S.Ik. Keempat penghargaan tersebut, diserahkan oleh Sekretaris PWI Jawa Tengah, Isdiyanto.
Acara penganugerahan PWI yang menggelar konser musik mengenang salah satu personil Grup Legenda KoesPlus itu, seyogyanya juga akan memberi penghargaan kepada pejabat Forkopimda lain. Yakni Kepala Kejaksaan Negeri Kendal. Namun karena berhalangan hadir, tidak dapat diserahkan pada malam itu. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Agus Umar, pemberian penghargaan kepada jajaran pejabat Forkopimda itu sebagai ungkapan rasa terima kasih karena telah terjalinnya kerja sama yang baik dengan para awak media dalam kegiatan jurnalistik. Dengan penganugerahan tersebut, diharapkan jalinan kerja sama akan semakin meningkat.
Sementara itu, Sekretaris PWI Jawa Tengah, Isdiyanto, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada para wartawan yang tergabung dalam PWI Kabupaten Kendal karena telah berhasil menyelenggarakan rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional dengan baik. Dikatakan, di Jawa Tengah, selain di Kabupaten Kendal, PWI juga telah terbentuk di 26 kabupaten/kota. Untuk itu ia berharap agar jalilnan kerja sama kemitraan antara PWI dengan jajaran Forkopimda semakin kuat. Di samping PWI Solo Raya yang sangat bersejarah karena menjadi tempat lahirnya PWI pada tahun 1946, PWI akan terus berupaya memberdayakan anggota dan semakin memberi rmanfaat bagi masyarakat.
Merebaknya berita hoak di media sosial maupun di media maenstream, telah memengaruhi pola dan sikap hidup masyarakat. Apabila tidak ditangani secara hati-hati, hal itu akan mampu memperuncing konflik pada semua komponen masyarakat. Menjawab tantangan yang semakin kompleks itu, PWI menyatakan tegas, bahwa berita hoak bukan kerja jurnalistik. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menambah integritas para wartawan, di akhir tahun 2018, fihaknya akan melaksanakan uji kompetensi bagi semua wartawan PWI. Hal itu sebagai syarat profesionalisme bagi para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Untuk itu ia mengharapkan dukungan dari jajaran pejabat Forkopimda. ( Kominfo )
Berita Terkait
Cari informasi terkait
Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.
Dirancang ramah disabilitas sesuai standar aksesibilitas web internasional.