Kembali ke Berita Informasi Berita

Dorong Pertanian Terpadu, Bupati Kendal Buka ToT Petani Muda dan Guru Pesan

19 May 2026 17:06 141 dibaca

Kendal %u2013 Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari secara resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi Petani Muda dan Guru Pesantren yang digelar di Promas Greenland,...

Kendal – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari secara resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi Petani Muda dan Guru Pesantren yang digelar di Promas Greenland, Dusun Nglimut, Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Senin (19/5/2026).

 

Kegiatan yang mengusung tema “Integrated Farming (Pertanian Terpadu)” diikuti oleh petani muda serta guru pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.

 

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem pertanian modern.

 

Dalam sambutannya, Bupati Kendal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Santri Tani Milenial Jayabinangun, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

 

“Pemerintah Kabupaten Kendal menyambut baik pelaksanaan ToT ini. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas, mendukung swasembada pangan, serta menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” ujar Bupati Kendal.

 

Lebih lanjut ia menyampaikan, pertanian yang dahulu dianggap sebagai pekerjaan konvensional, dan kini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi sektor yang menjanjikan dengan dukungan teknologi.

 

Menurut Bupati Kendal, sistem pertanian terpadu dinilai sebagai solusi atas tantangan pertanian masa kini, karena mengintegrasikan tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan dan zero waste.

 

"Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sementara limbah tanaman dapat digunakan sebagai pakan ternak, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan keuntungan meningkat,” ungkap Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika.

 

Mbak Tika, juga menegaskan bahwa petani muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pertanian masa depan. Mereka diharapkan mampu mengadopsi teknologi smart farming serta memiliki mental tangguh dan semangat kolaborasi.

 

“Jangan takut gagal. Jadikan lahan pertanian sebagai laboratorium kreatif. Dengan fokus dan konsistensi, petani muda dmampu mandiri, produktif, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia,” pesan Bupati Kendal kepada para peserta kegiatan.

 

Sementara itu, perwakilan Badan PPSDMP Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Eka Heri Suparman, menyampaikan bahwa pertanian terpadu dirancang untuk menciptakan sumber penghasilan petani yang berkelanjutan.

 

“Dengan sistem pertanian terpadu, petani bisa memperoleh penghasilan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. Contohnya dari ayam petelur, sayuran, hingga ternak ruminansia kecil yang dapat memberikan hasil signifikan, terutama menjelang Iduladha,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, petani ke depan harus mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pihak lain. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi hal yang sangat penting.

 

“Ini menjadi bagian dari upaya membangun SDM pertanian yang kompeten dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan ToT ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menularkan pengetahuan dan praktik pertanian terpadu kepada masyarakat luas, khususnya di lingkungan pesantren dan kalangan petani muda di Kabupaten Kendal.

 

Diskominfo Kendal/Heri

Lanjutkan Akses

Cari informasi terkait

Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.

BACA SEKARANG Majalah Kendal