Kembali ke Berita Informasi Berita

Hari Kedua Kompetisi Wirausaha Pemula, Peserta Presentasikan Produk

20 Jul 2022 07:19 480 dibaca
Hari Kedua Kompetisi Wirausaha Pemula, Peserta Presentasikan Produk

Kendal- Hari kedua kegiatan Kompetisi Wirausaha Pemula Prakualifikasi Teknopreneur Tahun 2022 yang digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar ) Kendal masuk pada...

Kendal- Hari kedua kegiatan Kompetisi Wirausaha Pemula Prakualifikasi Teknopreneur Tahun 2022 yang digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar ) Kendal masuk pada tahap presentasi pemaparan produk, Selasa (19/7/2022) bertempat di Ruang Cendrawasi Tempat Wisata Tirto Arum Baru Kabupaten Kendal.

Dalam presentasinya, salah satu peserta kegiatan, Irvan Ardhi warga Asli Wonotengang Kecamatan Rowosari memaparkan terkait ekspor Minyak Kemiri ke luar negeri.

Irvan Ardhi mengungkapkan, bahwa produk miliknya sudah dipakai oleh 9 negara, yaitu Ingris, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Korea Selatan, Hongkong, Singapura, Afrika, Australia.

"Jenis barang yang saya produksinya adalah minyak kemiri dengan brand Cap Coce Ramuan Tradisi leluhur. Fungsi dari produk ini adalah, untuk merangsang pertumbuhan rambut, mengatasi kerontokan rambut, menebalkan dan menghitamkan rambu, merangsang pertumbuhan alis, kumis dan jambang, mengatasi uban, dan menghilangkan ketombe," terang Irvan Ardhi.

Ia juga mengungkapkan, bahwa produksi dimulai sejak tahun 2021 hingga sekarang, dengan promosi melalui platform digital, seperti di sosial media, google bisnis, website, seminar online, toko online seperti Shopee, dan toko pedia.

"Produk ini sementara masih memproduksi berskla rumahan, hanya memproduksi perbulan 10 liter saja, yang dikemas dalam botol isi 100 mililiter dengan harga Rp50.000 dan 30 mililiter dengan harga Rp20.000," kata Irvan Ardhi.

Ia berharap, jika nanti bisa terpilih menjadi salah satu pemenang, nantinya akan lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan produksinya.

Sementara itu peserta lainnya, Agus Yoga Hermawan Warga Desa Tambahsari Kecamatan Limbangan juga mempresentasikan pembuatan Magot dari limbah organik.

"Magot adalah larva dari lalat, yang mana biasa ditemukan pada barang-barang yang sudah membusuk pada buah, atau sayur-mayur yang rusak," terang Agus.

Agus juga menjelaskan, untuk panen Magot membutuhkan waktu 40 hari. Mulai dari telur kemudian menetas menjadi bayi larva membutuhkan waktu 3 hari, dan untuk menjadi larva remaja membutuhkan waktu 14 hari. Selanjutnya untuk menjadi magot siap panen membutuhkan waktu 23 hari.

"Biasanya perpanen menghasilkan 50 Kg, dengan rincian bayi magot 20 gram, dan menghabiskan pakan 300 kilo sampah organik yang sudah diproses," jelas Agus.

Agus mengaku, untuk harga Magot per 1 Kg Rp. 8000 untuk magot basah, dan magot kering mulai harga Rp15.000-20.000/ Kg. Penjualannya dipasarkan untuk masyarakat sekitar Kecamatan Limbangan saja.

"Jika nanti dapat terpilih menjadi salah satu juara, nantinya saua akan terus melakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat di Kecamatan Limbangan dan Kabupaten Kendal pada umumnya, sehingga selain bisa meraih keuntungan, juga bisa lebih mengurangi sampah organik di Kabupaten Kendal," kata Agus.

Sedangkan, salah satu dewan juri, Rizky Bagus Ardianto mengatakan, bahwa produk kemiri yang dipresentasikan oleh Ardhi Irvan terkait dengan minyak kemiri sangat potensial, mengingat siapapun orangnya pasti menginginkan rambutnya terjaga dengan baik.

"Produk minyak kemiri yang tadi dipersentasikan hanya memiliki label halal saja, mungkin ke depan akan dibantu difasilitasi oleh Pemkab Kendal dengan legalitas lainnya seperti PIRT dan lainnya, sehingga akan lebih meyakinkan masyarakat, dan pastinya akan lebih banyak produksinya," terang Rizky.

Menurut Rizky, peserta yang melalukan presentasi pada hari pertama sudah cukup baik, termasuk presentasi Magot, karena bisa memanfaatkan limbah organik. Ada juga presentasi dari peserta yang pemaparkan ayam petelur dan sangat menguasai materi, dan prestasi tentang kuliner.

Diskominfo/HR

Berita Terkait

Lanjutkan Akses

Cari informasi terkait

Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.

BACA SEKARANG Majalah Kendal
Aksesibilitas & Tampilan
Kurangi efek gerak transisi
Perbesar pointer mouse
Ubah warna menjadi hitam-putih
Arahkan kursor ke teks untuk mendengar
Fitur WCAG 2.1 / 2.2 AA

Dirancang ramah disabilitas sesuai standar aksesibilitas web internasional.

ESC
Mencari di portal Kendal untuk “”...