Kembali ke Berita Informasi Berita

Kalikesek Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Tambah Fasilitas dan Tiket Murah

31 Jul 2026 22:56 70 dibaca
Kalikesek Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Tambah Fasilitas dan Tiket Murah

Kendal- Pengembangan objek wisata alam Kalikesek di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sekaligus me...

Kendal- Pengembangan objek wisata alam Kalikesek di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur BUMDes Sriwulan Makmur, Mukh Aminatur Rokhman, dalam kegiatan coffee morning yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal di kawasan wisata Kalikesek, Jumat (31/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Kepala Diskominfo Kendal Ardhi Prasetiyo, Camat Limbangan Sucipto, Kepala Desa Sriwulan Sulistyo, serta sejumlah kepala desa di Kecamatan Limbangan.

Menurut Mukh Aminatur, berbagai fasilitas dan wahana baru terus ditambahkan, sementara harga tiket masuk tetap dipertahankan agar destinasi tersebut dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Mukh Aminatur menjelaskan, pengelola terus berupaya menghadirkan inovasi agar Kalikesek semakin diminati wisatawan. Salah satunya melalui pembangunan homestay dan penambahan fasilitas penunjang sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan saat berwisata.

"Upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, kami terus melakukan inovasi. Misalnya dengan membangun homestay dan fasilitas lainnya agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan saat berkunjung," ujar Direktur Bumdes Desa Sriwulan.

Lebih lanjut, Aminatur menjelaskan, selain meningkatkan fasilitas, pengelola juga menaruh perhatian besar terhadap kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga pepohonan, melestarikan sumber mata air, serta mempertahankan suasana kawasan yang hijau, asri, dan alami sebagai daya tarik utama wisata.

Menurut Amin, keterjangkauan biaya menjadi salah satu keunggulan Kalikesek. "HTM tidak kami naikkan, tetap Rp2.000 per orang. Kami ingin wisata ini tetap bisa dinikmati semua kalangan," katanya.

Pengelola juga menerapkan aturan bagi pedagang kuliner maupun penjual oleh-oleh agar tidak menetapkan harga secara berlebihan demi menjaga kenyamanan wisatawan.

"Kalau ada pedagang yang menjual dengan harga tidak wajar, ada sanksinya, bahkan bisa tidak diperbolehkan lagi berjualan. Aturan ini sudah menjadi komitmen bersama antara pemerintah desa, BUMDes, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha sejak awal," tegasnya.

Saat ini Kalikesek menyediakan berbagai fasilitas, di antaranya kolam keceh, terapi ikan, kolam renang, pusat kuliner dan oleh-oleh, kereta mini, jeep adventure, wisata berkuda, homestay, serta panorama alam yang masih terjaga.

Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, mengatakan pengelolaan Kalikesek telah memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

"Alhamdulillah menjelang Idulfitri kemarin kami bisa memberikan THR kepada sekitar 250 kepala keluarga, masing-masing sebesar Rp1 juta. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat," ungkap Sulistyo.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kendal Ardhi Prasetiyo menyampaikan pemerintah daerah turut mendukung pengembangan Kalikesek melalui penyediaan akses telekomunikasi.

"Sebelumnya Kalikesek merupakan area blank spot. Kami bekerja sama dengan provider untuk membangun tower, sehingga sekarang pengunjung sudah tidak mengalami kendala dalam mendapatkan sinyal," ujar Ardhi.

Ia berhapa, dengan pembangunan tower tersebut kenyamanan wisatawan semakin meningkat dan kunjungan ke Kalikesek terus bertambah.

Diskominfo Kendal/Sandy

Berita Terkait

Lanjutkan Akses

Cari informasi terkait

Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.

Aksesibilitas & Tampilan
Kurangi efek gerak transisi
Perbesar pointer mouse
Ubah warna menjadi hitam-putih
Arahkan kursor ke teks untuk mendengar
Fitur WCAG 2.1 / 2.2 AA

Dirancang ramah disabilitas sesuai standar aksesibilitas web internasional.

ESC