GEMUH - Kontingen Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Kendal, meraih juara II seni budaya tingkat Subcamp pada perhelatan Jambore Nasional ke X yang digelar tanggal 14 hingga 21 Agus...
GEMUH - Kontingen Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Kendal, meraih juara II seni budaya tingkat Subcamp pada perhelatan Jambore Nasional ke X yang digelar tanggal 14 hingga 21 Agustus 2016 lalu, di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur. Kegiatan itu diikuti 25 ribu Pramuka penggalang dari 130 kabupaten/kota se Indonesia. Pada iven itu, kontingen Gerakan Pramuka Kwarcab Kendal menampilkan kesenian tari kuda lumping atau yang kerapkali disebut dengan nama jatilan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal. Saya ucapkan selamat dan terima kasih pada kontingen Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Kendal, atas kerja kerasnya hingga tuai prestasi juara II bidang seni budaya tersebut. Ini merupakan suatu hasil yang patut dibanggakan, dijaga dan ditingkatkan, agar adik-adik gerakan pramuka yang lain mampu terggugah semangatnya untuk berprestasi," kata Sekda Kendal Bambang Dwiyono, mewakili Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Kendal/Bupati Kendal Mirna Annisa, saat jadi inspektur upacara Apel Besar Hari Pramuka ke 55 tahun 2016, di Lapangan Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh,Rabu(7/9).
Hadir antara lain,Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kendal, Dwianto, sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Kendal, Danramil Koramil Gemuh, Kapolsek Gemuh. Kemudian, anggota Mabicab Kendal, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kendal dan anggota, para Kamabigus, pembimbing, pembina, pelatih dan instruktur gerakan Pramuka di Kendal.
Lebih lanjut, Bambang, juga menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke 55 kepada seluruh jajaran dan besar gerakan Pramuka di Kabupaten Kendal. Semoga dengan peringatan hari Pramuka ini, dapat memotivasi semangat dan mempercepat kemandirian gerakan Pramuka,untuk mencapai dalam upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa masa depan handal dan lebih baik. Sebab, era globalisasi dewasa ini penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor penentu yang paling utama. "Untuk itulah, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun manusia yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga yang tangguh dan budi pekertinya," terang dia.
Bambang, menyatakan, dengan situasi dunia yang semakin mengglobal, maka menjadi pentingnya pendidikan kepramukaan, bahkan bagi semua anggota organisasi kepemudaan lainya. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh jajaran gerakan Pramuka, agar merapatkan barisan bekerjasama secara sinergis untuk mempercepat mewujudkan generasi muda Kendal yang berkepribadian baik, berkarakter, berwatak, handal dalam berfikir dan bertindak, serta memiliki jiwa bela negara. Hal itu harus dilakukan sebagai bentuk upaya untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman demoralitas, seperti makin maraknya konsumsi minuman keras, tingginya prevalensi merokok pada usia muda, penggunaan narkoba oleh berbagai lapisan masyarakat, kekerasan, terorisme yang melibatkan kaum pemuda, kejahatan seksual yang makin banyak melibatkan kaum pemuda, rendahnya rasa hormat kaum pemuda kepada orang tua. "Serta berbagai dampak situasi sosial budaya dan ekonomi yang kurang kondusif lainnya. Ancaman ini tentu menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa termasuk gerakan pramuka," tukas dia.
Bambang, menambahkan, gerakan Pramuka yang kini berusia 55 tahun, tentu tidak sama dengan suasana dan kondisinya ketika dilahirkan. Pramuka hendaknya dapat mengikuti perkembangan dan tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini. Pramuka harus dapat menangkap fenomena ini dalam kebebasan berkomunikasi. Karena, sebagian besar para generasi muda merupakan generasi cyber yang online setiap saat yang selalu update status dan mengungkapkan kondisi secara realtime dalam sosial. Menurutnya, Pramuka saat ini, harus keren, gembira, asyik dan menyenangkan, sesuai dengan tema Hari Pramuka ke 55 tahun ini, yakni, "Membangun Karakter Kaum Muda melalui Kegiatan yang Keren, Gembira dan Asyik". Hal ini sangatlah relevan dengan harapan pembangunan karakter bangsa harus menjadi prioritas kita bersama. Tantangan bagi para pembina pramuka yang harus selalu dan berinovasi dalam membina peserta nya,sehingga bangga menjadi Pramuka. "Begitu pula Pelatih harus belajar terus menerus,untuk dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi yang up to date melupakan prinsip dan metode kepramukaan bagi para Pembina," pungkas dia.
Upacara Apel Besar Hari Pramuka ke 55 tahun 2016, di Lapangan Desa Pamriyan itu ditutup dengan pertunjukan gelar seni tari Taktok yang pentaskan oleh ratusan penggalang Kwaran Kecamatan Gemuh. ..(05a/hms)
Berita Terkait
Cari informasi terkait
Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.
Dirancang ramah disabilitas sesuai standar aksesibilitas web internasional.