Kendal- Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E, M.M., menutup pelaksanaan pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (BUK) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun...
Kendal- Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E, M.M., menutup pelaksanaan pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (BUK) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 Tahap III yang diselenggarakan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disperinaker Kendal, Rabu (8/7/2026) di UPTD BLK Kendal.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kendal menyampaikan, pelatihan kerja berbasis kompetensi merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kendal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Menurut Bupati Kendal, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pekerjaan maupun menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Bupati menegaskan, peluang bekerja maupun berwirausaha di Kabupaten Kendal semakin terbuka seiring berkembangnya sektor industri dan investasi. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya para peserta pelatihan diharapkan mampu mengambil peran sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri.
"Pemerintah Kabupaten Kendal terus mendorong penerapan strategi triple skilling yang meliputi skilling, upskilling, dan reskilling melalui berbagai pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh BLK, BLKK maupun LPKS," jelas Bupati Kendal.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali kemampuan soft skill, kewirausahaan, dan keterampilan digital guna meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Bupati juga mengajak para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi setelah menyelesaikan pelatihan. Selain itu, perangkat daerah terkait diminta terus mengoptimalkan layanan informasi lowongan pekerjaan melalui aplikasi Kendal Karier agar dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
"Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, kami optimistis masyarakat Kendal mampu menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, serta memiliki daya saing tinggi untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Kendal yang semakin sejahtera dan berkeadilan," ujar Bupati.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disperinaker Kabupaten Kendal, Hendro Setiyo Utomo, mengatakan pelatihan berdasarkan unit kompetensi DBHCHT Tahap III diikuti sebanyak 96 peserta, terbagi dalam enam kelas, meliputi empat kelas operator garmen dengan jumlah 64 peserta, satu kelas elektronika sebanyak 16 peserta, dan satu kelas otomotif sebanyak 16 peserta.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui kerja sama dengan dunia industri di beberapa perusahan yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.
"Sementara peserta pelatihan otomotif merupakan masyarakat yang telah bekerja maupun sedang merintis usaha di bidang perbengkelan," jelas Hendro.
Menurut Hendro, kolaborasi dengan perusahaan, khususnya yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, diharapkan mampu meningkatkan peluang peserta untuk terserap di dunia kerja. Hingga pelaksanaan tahap III, jumlah peserta pelatihan berbasis kompetensi DBHCHT Tahun 2026 telah mencapai sekitar 380 orang.
Salah seorang peserta pelatihan, Hilda Riski Aulia, mengaku memperoleh banyak manfaat selama mengikuti pelatihan selama 20 hari.
"Selain mendapatkan keterampilan di bidang garmen, saya juga memperoleh pembelajaran mengenai kerja sama tim serta penguatan soft skill," ungkap Hilda
Hilda juga mengungkapkan, kerja sama BLK dengan perusahaan di KEK Kendal memberikan peluang yang lebih besar bagi peserta untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan.
Diskominfo Kendal/Ian
Cari informasi terkait
Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.