PELABUHAN KENDAL DAN KAPAL KALIBODRI DISEBUT DALAM HARI PERS NASIONAL TINGKAT JATENG

24 Feb 2016 12:19 2.200 dibaca Berita
PELABUHAN KENDAL DAN KAPAL KALIBODRI DISEBUT DALAM HARI PERS NASIONAL TINGKAT JATENG

KENDAL - Dalam Peringatan Hari Pers Nasional ( HPN ) Tingkat Jateng dan HUT Ke 70 PWI, Senin malam ( 22 / 2 ) di Dreamlight Media Wolrd PH, Ungaran, nama Pelabuhan Kendal yang bar...

KENDAL - Dalam Peringatan Hari Pers Nasional ( HPN ) Tingkat Jateng dan HUT Ke 70 PWI, Senin malam ( 22 / 2 ) di Dreamlight Media Wolrd PH, Ungaran,  nama Pelabuhan Kendal yang baru saja diresmikan menteri Perhubungan Ignasius Jonan ( Minggu, 21 / 2 2016 ) dan kapal penyeberangan ASDP Kalibodri disebut.

Pelabuhan Kendal dan khususnya KMP Kalibodri menjadi salah satu pertanyaan dalam kuis Games Show sebuah produk baru acara kuis dari Dreamlight Media World yang diikutyi para repoter atau wartwan dari berbgai media massa di Jawa Tengah. Menurut Kasubag Media Massa M Fathurahman, SH, ME, penyebutan tersebut secara tidak langsung membuat nama Kendal makin dikenal oleh media massa dan para Pejabat Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah.

Sementara dalam sambutannya dalam peringatan HPN tersebut, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan insan pers adalah orang pilihan yang mempunyai integritas tinggi dan keteguhan dalam membela kebenaran publik.

”Kendati harus berhadapan dengan oknum aparatur negara maupun kekuatan kriminal insan pers tidak takut. Keteguhan sikap inilah, membuat insan pers mendapatkan respect dan apresiasi tinggi dari masyarakat,” katanya.

Ganjar lebih lanjut menyatakan, menjadi insan pers bukan sekedar melakoni sebuah profesi untuk mencari penghasilan, melainkan lebih sebagai aktualisasi diri dengan penuh dedikasi dan pengabdian untuk melakukan perbaikan kualitas hidup masyarakat melalui karyanya.

Untuk itu, lanjut Ganjar setiap peringatan Hari Pers agar dijadikan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali semangat pers sebagai alat perjuangan. ”Sekaligus memperkokoh pondasi dalam menopang integritas insan pers di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Di era reformasi, sambung Ganjar, pers Indonesia mengalami perubahan yang luar biasa dalam mengekspresikan kebebasan. Pers berani mengkritik penguasa. “Pada era reformasi ini pers berbalik dari sebelumnya didominasi menjadi mendominasi,” tandasnya.

Sebagai pilar keempat demokrasi, menurut Ganjar, pers tidak saja menjadi kontrol dan pengawas, tapi juga menjadi mitra kritis pemerintah dalam melakukan percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang membelit masyarakat.
Melalui informasi yang disampaikan pers, persoalan laten yang ada di masyarakat bisa muncul ke permukaan hingga pemerintah bisa merespon dengan segera.

Dalam konteks Jateng, ujar Ganjar, peran pers sudah sejalan dengan usaha Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mewujudkan Jateng yang sejahtera dan berdikari, Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. “Antara pers dan pemerintah harus bersinergi untuk saling melengkapi, bukan sebaliknya saling mengebiri,” ujar Gubernur.

Ganjar berharap pers di Jateng mendukung tagline Jateng Gayeng untuk mengajak seluruh komponen masyarakat agar “nyengkuyung” pembangunan Jateng. Jateng Gayeng bukan sekadar “rame-rame”, tapi saling bahu-membahu untuk mengkonsolidasikan dan mensinergikan, sekaligus mengintegrasikan seluruh potensi yang tersedia bagi pembangunan Jateng.

“Jika Jateng Gayeng diimplementasikan secara konsekuen maka pembangunan tidak akan salah sasaran dan asal-asalan. Sebaliknya, akan selaras dengan perspektif dan tuntutan kebutuhan rakyat, memperhatikan lingkungan hingga bisa berkelanjutan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Ganjar juga berharap pers, harus melakukan perubahan seiring dengan dinamika dalam masyarakat agar tidak tertinggal dan menjadi beban masyarakat. ( 03 / heDJ )

Berita Terkait

Cari informasi terkait

Lanjutkan membaca konten lain atau gunakan pencarian portal untuk menemukan topik serupa.

Aksesibilitas & Tampilan
Kurangi efek gerak transisi
Perbesar pointer mouse
Ubah warna menjadi hitam-putih
Arahkan kursor ke teks untuk mendengar
Fitur WCAG 2.1 / 2.2 AA

Dirancang ramah disabilitas sesuai standar aksesibilitas web internasional.

Tidak ditemukan hasil langsung untuk kategori .